Mendukung Semua Sektor OJK
Kage Radar dilatih dengan seluruh spektrum regulasi Otoritas Jasa Keuangan. Sistem kami siap mengidentifikasi dan memitigasi pelanggaran pada berbagai sektor keuangan secara spesifik.
Meliputi Bank Umum, BPR, dan Bank Syariah. Fokus pada produk simpanan, kredit, transfer. Rentan pelanggaran: ketidaktransparanan suku bunga, biaya tersembunyi, penolakan klaim sepihak, hingga pelanggaran APU/PPT dan proteksi data.
Meliputi investasi saham, reksa dana, obligasi, dan manajer investasi. Rentan pelanggaran: insider trading, manipulasi harga, penipuan/Ponzi. Mewajibkan SUITABILITY: Wajib menilai profil risiko nasabah sebelum rekomendasi.
Meliputi asuransi jiwa/umum, dana pensiun, leasing. Rentan pelanggaran: penolakan/penundaan klaim asuransi, perubahan premi sepihak, misselling, telat/gagal setor iuran pensiun, dan pelanggaran investasi.
Meliputi bank, asuransi, sukuk, pembiayaan syariah. Rentan pelanggaran: ketidakpatuhan akad, dana di instrumen tak halal, rasio bagi hasil tak sesuai, campur dana halal/haram, hingga marketing menyesatkan.
EPK (Pelindungan Konsumen)
Lintas sektoral untuk hak konsumen, literasi, sengketa, transparansi. Kewajiban PUJK: info jelas tak menyesatkan, larang praktik agresif, wajib respon pengaduan, larang klausul baku merugikan.
Regulasi Kelembagaan (OJK)
Regulasi inti tata kelola kelembagaan yang berlaku lintas sektor, memastikan kepatuhan menyeluruh terhadap standar pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
Fokus Pinjol (P2P Lending) & LKM. Rentan pelanggaran: batas maksimal manfaat ekonomi, predatory lending, fee stacking, penagihan intimidatif (debt collector), hingga sebar data pribadi tanpa izin (UU PDP).
Perasuransian, Penjaminan, Dana Pensiun. Rentan pelanggaran: tolak klaim tanpa investigasi, telat bayar, misselling unit-link (jual sebagai investasi tanpa ungkap risiko/biaya), hingga syarat klaim tak wajar.
Kripto, bank digital, robo-advisor, paylater. Rentan pelanggaran: UU PDP (bocor data), insiden siber, algoritma robo-advisor tak sesuai profil, KYC/AML lemah, penipuan digital, dan biaya paylater tak transparan.